Aku tidak lemah pada rasa lelah, namun aku lemah pada rasa sepi.
Semakin aku merasa sepi, semakin aku mencari rasa lelah;
Agar aku bisa teridur tanpa memikirkan rasa sepi.
Karena Saudara;Anak;Pasangan adalah Manusia, bukan Air Suci.
Cendawan masih sanggup jika harus menampung Darah Murni;
Bukan Darah yang berbisik pilu disaat sepi.
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tomat sebagai Penyembuh Luka Bakar
Saya punya pengalaman seru nih sama Tomat, Buah yang satu ini masih agak Berbayang.. Mau dibilang Sayur atau Buah. Cita rasa Tomat agak unik sih, karena Tomat punya Aroma tersendiri yang gak dimiliki oleh Sayur atau Buah lainnya; Tomat gak manis tapi gak asam juga.
Untuk cara konsumsinya, aku suka nyemilin dikasih Garam atau makan gitu aja. Jangan ditanya rasanya karena ini perihal Selera.. :P
Pokoknya enak deh..
BPJS, Rumah Sakit dan Sanksi Penolakan BPJS.
...Bismillah
Saya menyadari, Nyawa bukanlah tanggung jawab atau urusan rumah sakit dan BPJS, ini sudah suratan takdir kalo kata orang jaman dulu. Disini saya ingin menyampaikan Uneg-uneg, dan ngajak BPJS dan Rumah Sakit Juga Dokter-dokter untuk bersama-sama Belajar yang namanya ADIL dan Tanggung Jawab.
Tadinya saya sudah mengurungkan niat untuk menulis artikel ini (BPJS, Rumah Sakit dan Sanksi Penolakan BPJS), namun karena beberapa menit yang lalu saya melihat Foto saat Demo Dokter kemarin (Selasa, 01-Mar-16)
Tadinya saya sudah mengurungkan niat untuk menulis artikel ini (BPJS, Rumah Sakit dan Sanksi Penolakan BPJS), namun karena beberapa menit yang lalu saya melihat Foto saat Demo Dokter kemarin (Selasa, 01-Mar-16)
Black Heart
"Ibu gak mau tau ya, kamu harus nikahin Ana. Biarin aja Kinan, salah dia sendiri belum kasih saya cucu. Lagi pula Ana itu anak Yatim, Ibu kasihan melihat dia tidak ada yang mengurus.". Ucap Bu Mona
"Tapi Bu.." Balas Gagan
"Ibu sudah bilang tadi kan?, tidak ada alasan. Kamu sadar Gan, Kinan itu banyak penyakit kronis dia tidak mungkin memberi Ibu Cucu". Gagan terdiam.
Kinan mendengar percakapan dari dalam kamar, hanya mampu menahan suara tangis.
Percakapan berjalan alot selama 3 jam.
"Pokoknya Ibu gak mau tau ya, tanggal, acara semua biar Ibu yang atur. Kamu tinggal manut, nikahin Ana." Ucap Bu Mona sambil bersiap-siap pulang. "Mana istri mu?, Ibu mau pulang".
Gagan berangkat memangil Kinan.
Mainkan Dawai Cintamu Lagi
Blog post ini adalah Pindahan dari blog aku yg satunya : Awalnya aku buat disini.
Disaat malam kembali terlihat, Puan kembali menghela nafas. Terdiam sejenak.
“Apakah mungkin, pelangi datang dimalam hari?..”.
Setelah itu, Puan kembali ke kuas dan kanvasnya. Melukis berbagai wajah-wajah dunia yang terlihat didalam fikirannya.
Esok paginya, Puan kembali beraktifitas. Mengunjungi rumah anak -anak cacat. Puan tinggal sendirian didalam rumah penginggalan orang tuanya. Pekerjaannya hanya sebagai penulis di Majalah atau pun Koran dan disaat senggan, Puan melukis. Bukan pekerjaan tetap, hanya jika ada yang membutuhkan cerita, dia akan membuat dan mengirimkannya.
“Apakah mungkin, pelangi datang dimalam hari?..”.
Setelah itu, Puan kembali ke kuas dan kanvasnya. Melukis berbagai wajah-wajah dunia yang terlihat didalam fikirannya.
Esok paginya, Puan kembali beraktifitas. Mengunjungi rumah anak -anak cacat. Puan tinggal sendirian didalam rumah penginggalan orang tuanya. Pekerjaannya hanya sebagai penulis di Majalah atau pun Koran dan disaat senggan, Puan melukis. Bukan pekerjaan tetap, hanya jika ada yang membutuhkan cerita, dia akan membuat dan mengirimkannya.
Sekotak susu untuk anak jalanan
Filosofi Sekotak Susu untuk Anak Jalanan adalah “Jika fisik anak jalanan itu sehat dan kebutuhan gizi mereka terpenuhi, mereka dapat menjadi lebih pintar. Kalau mereka pintar, mereka mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, dibandingkan dengan hanya mengemis dan mengamen di jalanan”.
Terinspirasi ketika melihat anak-anak yang mengamen dan meminta-minta di jalanan dan menapaki satu angkot ke angkot lainnya, membawa 4 lulusan Teknik Industri STT Telkom Bandung 2004, yakni Rahmanita Vidyasari (Vidya), Nurmaya Widuri (Mae), Fanny Sudarti (Fanny), dan Aruna Anggayasti (Aruna) membentuk sebuah gerakan yang menamakan diri “Sekotak Susu untuk Anak Jalanan”. Gerakan ini, telah dimulai sejak tahun 2008 lalu.
Sisa Di Dalam Sebuah Gelas
setiap harinya saya pulang bekerja dari kampus BSI, melewati dua arah.senen - jatinegara dan jatinegara - pondok kelapa.
suatu saat, saya pulang. saya sedang duduk di angkot M.31, duduk dibangku paling pojok.
tiba-tiba naiklah seorang bapak paruh baya. mungkin umurnya sekitar 60-an
dia bisa dibilang adalah seorang pemulung. karena dia membawa satu karung gelas-gelas plastik. beliau mengenakan kaos hitam berlapiskan sebuah rompi warna biru. sekilas. memang terlihat biasa. tetapi, saat saya melihat si bapak sedang membereskan karungnya..
saya terhenyak.
Bapak tersebut meminum sisa air yg masih ada di dalam gelas-gelas plastik tersebut. Setelah sisa air tersebut habis dia minum, maka gelas-gelasnya akan langsung dirapikan. ditumpuk berdasarkan jenis-jenis gelasnya. Bapak itu meminum sisa air, tanpa ada ekspresi apapun. beliau hanya meminum. Meminum tanpa adanya sebuah ekspresi..
dia tidak memperdulikan orang-orang yang ada disekitarnya.
dia tidak sadar, jika saya sedang memperhatikannya.
orang-orang yang lain, merasa jijik dan menghindarinya. tidak ada yg berkeinginan untuk duduk didekatnya.
bapak itu tetap tidak perduli.
Langganan:
Postingan (Atom)

