Icon atau Ikon?

Icon atau Ikon?. Kisah awal mengapa aku membuat postingan ini, karena aku prihatin dengan penggunaan kata serapan yang tidak jelas pada Bahasa Indonesia. Icon dalam bahasa inggris berarti Maskot atau Lambang yang paling menunjukkan Sebuah Ciri Khas. Semakin kesini Kata Icon semakin sering digunakan oleh Masyarakat Indonesia dan menurut aku justru merusak Jati Diri. Mungkin dengan maksud membuat kata serapan seperti Conferences yang berarti Konferensi atau Iritation yang berarti Iritasi.

Ikon digunakan oleh banyak Portal Media Digital seperti Republika, Okezone, Wartapedia, Indonesiaheadlines, Antaranews, DetikCom bahkan sampai ke Metrotvnews.

Yang jadi pertanyaan itu adalah, Ikon itu punya arti apa?
Jika ingin memposisikan kata Ikon sebagai pengganti Icon, sepertinya agak lucu dan memalukan.

Kenapa?.. Selidik-menyelidik aku mencari arti kata Ikon dan lebih dulu bertanya kepada Teman; Ikon dibaca Icon (dalam bahasa inggris) atau Ikon (dalam bahasa Indonesia) dan apakah Kata Ikon itu sudah masuk ke dalam Kamus Bahasa Indonesia?.. Jika sudah berarti kata Ikon memang sudah sah alias Resmi dijadikan sebagai Kata serapan yang punya arti sama seperti Icon (dalam bahasa Inggris) yaitu Maskot atau Lambang yang paling menunjukkan Sebuah Ciri Khas.

Terima Kasih kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aku mencoba untuk mencari arti kata Ikon dan keluarlah arti seperti Gambar dibawah ini:


Ikon: Lukisan, gambar, gambaran pd panel kayu yang digunakan di kebaktian Gereja Kristen Ortodoks.

Gimana?
Jujur, pendapat pribadi aku.. Aku kesel sama orang-orang yang asal meletakkan kata tanpa melihat dulu dengan benar arti dari kata tersebut. Sering kali kata digunakan karena lebih mudah ditemukan, sedang Tren atau bisa dibuat sebagai Gaya atau Gaul. Aduh, Jati Diri Bangsa gak perlu hal itu, Nona dan Tuan. Gunakan segala hal yang pantas dan sesuai.

Suka gak masuk diakal apa yang digunakan untuk menulis atau membuat berita atau apapun itu. Ini pandangan aku tentang perbedaan kata diatas, hal kecil sebenarnya bisa mempermalukan. Aku sendiri mengakui masih banyak kekurangan pada tulisanku, seperti meletakkan kata Bahasa Inggris didalam judul atau kalimat. Gaya bahasa aku sendiri ketus, lebih cenderung menggunakan perumpamaan dan membiarkan teman-teman membaca serta mencari sendiri arti dari tulisan tersebut. Naah, dan sekarang.. Icon atau Ikon yang lebih kamu pilih untuk digunakan?..

12 komentar:

  1. info yang sangat bermanfaat sob :D



    admin " variasi blogger "

    BalasHapus
  2. Beta setuju dengan pendapat anda, banyak kali orang latah dalam menggunakan sebuah kata/istilah apakah kata serapan dari bahasa asing atau asli indonesia.coba bayangkan kata" KITA dan kata KAMI " disalah gunakan oleh sebagian besar orang indonesia bahkan guru bahasa indonesia.

    BalasHapus
  3. jangankan istilah serapan bahasa sendiri saja disalah gunakan tapi dianggap biasa dan benar. contoh frasa : kita telah menempuh kebijakan penguatan sektor ril untuk menekan inflasi. seharusnya : kami telah menmpuh bla bla bla

    BalasHapus
  4. @Anonim Hahaha, betul.. Kurikulum bahasa indonesia skr udah kacauuu

    BalasHapus
  5. klo bgt blg sj banyak org indonesia gaptek berbhsa

    BalasHapus
  6. Tidak bisa berpedoman kepada kamus yang belum disempurnakan sesuai dengan sangat cepatnya laju perkembangan dunia maya dan digital.

    BalasHapus
  7. Saya sedang mengartikan buku petunjuk, atau buku pegangan dari sebuah yayasan di Australia, karena buku petunjuk/buku panduan/buku pegangan ini akan digunakan oleh anak-anak usia sekolah dasar di Timor Timur, saya rasa sebaiknya saya menggunakan atau mengartikan kata-kata tidak saja berdasarkan arti di kamus /literal /non figurasi, tetapi juga berpedoman dengan mengartikan tujuan seluruh isi kalimat dengan seluruh figurasinya / secara pragmatik (secara prakteknya, apa yang dimaksud dengan kalimat yang ingin kita artikan).

    BalasHapus
  8. Ada betulnya juga sih pendapat mba Dita.
    Tapi menurut saya icon/ikon sendiri sekarang menjadi sebuah kata serapan yang memiliki arti yang berbeda, Contoh:

    "Ikon musik raggae adalah Bob Marley"

    coba ganti kata icon/ikon dengan kata yang lain?
    Labang/ ciri khas/ maskot? rasanya ganjil ya?

    Mungkin nanti di kamus bahasa Indonesia akan ada kata dan makna pengganti yang tepat.

    Seperti kata 'Download' yang di translet menjadi 'Unduh', awalnya saya merasa aneh. Namun semakin ke sini kata ini tidak rancu lagi ditelinga.

    Walaupun... ada saja yang membuat sebuah plesetan dari kata tersebut seperti 'Download Mantu'... hehehe...
    Terima kasih sharing nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,pas nih pembahasannya ringan banget.

      Saya juga dulu agak bingung, kata Home diartikan dengan Beranda.

      Tapi benar, semakin kesini; biasa aja karena sudah sering membaca dan sudah mengerti posisi atau artinya untuk apa.

      Salam Hangat,

      Hapus

 
Notes Dita Blog Design by Ipietoon