11 Juli 2012 | Pendewasaan Warga Jakarta

"Gak usah diliat, merem aja deh!.. Blek."

Salah satu percakapan dari sepasang suami istri yang saya jumpai sepulang kantor, 10 Juli 2012. Mereka asik membahas Pemilu dengan gaya bahasa meledek para calon gubernur dan wakilnya.

Namun;
Apakah sebenarnya mereka sadar, 1 suara pun itu sangat berarti untuk pemilihan.


Menjadi seorang golongan putih, yang memilih untuk tidak memilih sama seperti seorang yang bermulut besar. Menginginkan perubahan namun tidak melakukan pembuktian. Rasanya sungguh tidak bijaksana jika kita sebagai Warga Negara tidak melaksanakan Kewajiban sebagaimana seharusnya.

Betul;
Pemerintah seperti meng-anaktirikan beberapa Golongan Masyarakat. Sebaliknya jika kita pun menjadi golongan putih, bedanya kita dengan mereka apa?

Jika nanti ada keadaan buruk seperti banjir, macet, dll.. Kaum Golongan Putih Ngedumel;
Apa mereka tidak punya muka untuk mengeluarkan umpatan?
Memangnya apa yang sudah dia berikan?
Apakah mereka ikut bertisipasi didalam acara Demokrasi?


"Toh dengan memilih atau ndak memilih juga hasilnya tetap sama, kita tetap miskin."

Heii, bukan saatnya lagi kita untuk berfikiran kolot seperti itu; yang justru membuat kita tidak dapat menghargai Jati Diri Bangsa dan menjadi tempurung dalam kemajuan. Banyak yang harus diselesaikan tidak hanya 1 dan 2 perkara dan kita juga harus sadar, Pemerintah juga butuh dukungan. Karena tidak semua Kaum Elit memiliki Jika Borjuis atau Kapitalis.

Tetap yakini bahwa semua orang adalah Baik.

Jangan membalas melakukan perbuatan buruk jika Dominan buruk;
Jangan beropini negatif tentang mereka yang bersifat negatif
Karena bila kita melakukannya, adalah sama kita dengan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Notes Dita Blog Design by Ipietoon